Dari X.com ke X Money: Pertaruhan Terakhir Musk, Kali Ini Bukan Ruang Angkasa yang Ia Goyahkan, Melainkan Dompet Anda.
Visi ini bukanlah hal baru, melainkan gema dari ambisi yang telah berusia dua dekade.
Ketika Elon Musk mengonfirmasi bahwa layanan pembayaran X Money telah memasuki tahap uji coba internal yang sangat terbatas dan dijadwalkan meluncur pada tahun 2025, ini menandai bukan sekadar peluncuran fitur baru, melainkan kebangkitan kembali impian lamanya dari era X.com.
Jauh sebelum Tesla dan SpaceX, Musk sudah ingin membangun sebuah platform super yang mengintegrasikan seluruh kehidupan finansial pengguna.
Sekarang, dengan mengubah Twitter menjadi X, ia memulai kembali pertaruhan terbesarnya: menciptakan “aplikasi segalanya” (everything app) untuk dunia Barat, sebuah ekosistem yang ingin menelan komunikasi, media sosial, dan yang paling krusial, seluruh dunia finansial Anda.
Ini adalah pertaruhan pamungkas untuk membuktikan bahwa visinya dapat mengubah cara kita hidup, bernapas, dan bertransaksi dalam satu platform terpadu.
Cetak biru ambisius Musk sangat jelas: meniru model kesuksesan WeChat di Tiongkok dan menghadirkannya ke panggung global.
Ini bukan lagi sekadar platform untuk berbagi pemikiran dalam 280 karakter.
Kemitraan strategis yang diumumkan dengan Visa melalui platform Visa Direct adalah langkah nyata pertama untuk mewujudkan visi ini.
Pengguna nantinya dapat mentransfer dana secara instan dari rekening bank tradisional ke dompet digital X Money, melakukan pembayaran peer-to-peer, dan menarik dana kembali ke rekening mereka dengan mudah.
Fungsi ini secara langsung menantang pemain mapan seperti PayPal, Venmo, dan Zelle.
Tujuannya adalah menjadikan X sebagai pusat dari seluruh aktivitas finansial pengguna, mulai dari pembayaran tagihan, transfer uang kepada teman, hingga berpotensi menjadi platform bagi para kreator untuk menerima pembayaran dan mengelola pendapatan mereka tanpa bergantung pada pihak ketiga.
Langkah ini adalah fondasi untuk membangun sebuah ekosistem keuangan yang komprehensif di dalam kerangka sosial X.
Di tengah semua perencanaan strategis ini, ada satu elemen yang memicu spekulasi liar dan antusiasme pasar: cryptocurrency.
Meskipun X secara resmi menyatakan bahwa fokus awal adalah pada mata uang fiat tradisional untuk memastikan kepatuhan regulasi dan membangun kepercayaan pengguna, pasar tidak bisa mengabaikan “faktor Musk”.
Kemunculan akun resmi @XPayments di platform X secara instan memicu lonjakan harga Dogecoin sebesar 12%, sebuah bukti betapa eratnya komunitas kripto mengaitkan Musk dengan masa depan pembayaran digital.
Mengingat dukungannya yang vokal terhadap Dogecoin dan fakta bahwa lisensi pengiriman uang yang diperoleh di berbagai negara bagian AS mencakup transaksi aset digital, banyak yang percaya bahwa integrasi kripto bukanlah pertanyaan “jika”, melainkan “kapan”.
Strateginya mungkin adalah memulai dengan yang konvensional untuk mendapatkan pijakan yang kokoh, sebelum secara bertahap memperkenalkan elemen disruptif yang sesungguhnya: pembayaran kripto yang terdesentralisasi.
Namun, di balik visi besar dan spekulasi menarik ini, terdapat sebuah kenyataan pahit yang menjadi pendorong utama di balik urgensi proyek X Money.
Sejak akuisisi oleh Musk, platform X menghadapi krisis eksistensial dengan pendapatan iklan yang anjlok drastis dan pertumbuhan pengguna yang stagnan.
Dalam kondisi ini, X Money bukan lagi sekadar proyek inovatif, melainkan sebuah tali penyelamat yang sangat dibutuhkan.
Musk sangat memerlukan sumber pendapatan baru yang signifikan untuk menyeimbangkan neraca keuangan perusahaan dan membuktikan kepada para investor bahwa pertaruhannya senilai $44 miliar untuk Twitter adalah keputusan yang tepat.
Dengan menciptakan ekosistem pembayaran, X dapat memperoleh pendapatan dari biaya transaksi, layanan keuangan premium, dan berbagai produk lainnya.
Oleh karena itu, keberhasilan X Money secara langsung berkaitan dengan kelangsungan hidup dan masa depan platform X itu sendiri.
Ini adalah pertaruhan yang didorong oleh kebutuhan, bukan sekadar ambisi.
Meskipun visinya besar dan kebutuhannya mendesak, jalan di depan bagi X Money penuh dengan rintangan terjal.
Tantangan pertama datang dari arena politik dan regulasi.
Senator AS Elizabeth Warren telah secara terbuka mengkritik rencana tersebut, menyuarakan kekhawatiran serius tentang privasi data keuangan pengguna dan potensi penyalahgunaan kekuatan pasar oleh Musk.
Selain itu, pasar pembayaran digital di AS sudah sangat jenuh dengan raksasa seperti Apple Pay, PayPal, dan lainnya yang telah membangun basis pengguna yang loyal selama bertahun-tahun.
Namun, rintangan terbesar dan yang paling fundamental adalah masalah kepercayaan.
Setelah periode penuh gejolak di bawah kepemimpinan Musk yang ditandai dengan perubahan kebijakan yang serampangan dan kontroversi moderasi konten, pertanyaan utamanya adalah: bersediakah pengguna mempercayakan “seluruh dunia finansial” mereka kepada platform yang dikenal dengan ketidakpastiannya?
Pada akhirnya, X Money bukan sekadar aplikasi pembayaran lain.
Ini adalah sebuah referendum atas model kepemimpinan Musk, sebuah ujian akhir bagi visinya untuk sebuah “Super App”, dan sebuah pertarungan untuk merebut kembali kepercayaan publik.
Keberhasilan atau kegagalannya tidak hanya akan menentukan nasib X, tetapi juga akan menjadi studi kasus yang menentukan tentang apakah inovasi disruptif dapat menaklukkan dunia keuangan yang konservatif dan penuh regulasi.


